Skip to main content
Press ReleasesMay 15, 20254 min read

Rakyat Jaga Rakyat: Panduan Pertolongan Pertama dan Keselamatan Saat Aksi Massa

Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dijamin konstitusi. Panduan ini disusun agar warga yang menggunakan haknya dapat pulang dengan selamat dan agar tidak ada lagi nyawa yang hilang.

Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dijamin konstitusi. Panduan ini disusun agar warga yang menggunakan haknya dapat pulang dengan selamat dan agar tidak ada lagi nyawa yang hilang.

Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dijamin konstitusi. Tetapi pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa penggunaan hak itu di Indonesia kerap berujung pada cedera, dan dalam sejumlah kasus, kematian.

LaporSehat menyusun panduan ini bukan untuk mendorong atau menghalangi siapa pun. Kami menyusunnya karena tugas organisasi kesehatan adalah mengurangi kerugian kesehatan, apa pun situasinya.

Panduan ini adalah pertolongan pertama, bukan pengganti penanganan medis. Untuk cedera berat, satu-satunya tindakan yang benar adalah membawa korban ke fasilitas kesehatan.

Sebelum berangkat

Catat nomor telepon darurat, keluarga, teman, dan bantuan hukum, di kertas, bukan hanya di ponsel. Ponsel bisa habis baterai, rusak, atau hilang.

Isi tas siaga:

  • Air minum minimal 2 liter, ditambah air dalam botol semprot
  • Makanan ringan
  • Pakaian ganti
  • Uang tunai
  • Ponsel dan power bank, atau radio dua arah
  • Spidol permanen, untuk menuliskan nomor kontak darurat di lengan
  • Peta atau catatan lokasi titik kumpul dan fasilitas kesehatan terdekat

Perlengkapan P3K dasar:

  • Sarung tangan (handscoon)
  • Kasa steril dan perban gulung
  • Plester gulung
  • Antiseptik untuk membersihkan luka
  • Pembalut atau tampon menstruasi, berguna juga untuk menekan perdarahan
  • Gunting
  • Obat pribadi rutin dan obat pereda nyeri yang biasa kamu gunakan

Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, asma, penyakit jantung, epilepsi, diabetes, bawa obatnya, beri tahu setidaknya satu teman, dan pertimbangkan ulang apakah berada di kerumunan padat adalah pilihan yang aman.

Mata perih karena gas air mata

Ini keluhan yang paling umum.

  1. Jangan gosok mata. Menggosok mendorong partikel lebih dalam dan memperparah iritasi.
  2. Bilas dengan air bersih mengalir atau larutan NaCl steril, dari sudut dalam mata ke arah luar.
  3. Gunakan masker basah dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan.
  4. Menjauh ke area dengan udara lebih bersih dan lebih tinggi, karena gas cenderung mengendap.

Yang tidak benar: pasta gigi tidak mengatasi perih akibat gas air mata. Ini kekeliruan yang beredar luas dan justru bisa menambah iritasi.

Waspadai: gas air mata berbahaya bagi penyandang asma dan penyakit paru. Bagi lansia dan orang dengan penyakit jantung, paparan dapat memicu kondisi serius. Sejumlah korban dalam peristiwa aksi massa meninggal bukan karena benturan, melainkan karena kondisi kesehatan yang memburuk akibat paparan.

Luka gores atau luka terbuka

  1. Cuci tangan atau gunakan sarung tangan lebih dulu.
  2. Bersihkan luka dengan air bersih atau antiseptik.
  3. Tutup dengan kasa steril dan plester.
  4. Jika perdarahan deras: tekan langsung pada luka dengan kain bersih dan tahan, jangan dilepas untuk mengecek. Bawa segera ke fasilitas kesehatan.

Sesak napas atau pingsan

  1. Pindahkan ke tempat aman dengan udara yang lebih baik.
  2. Longgarkan pakaian di bagian leher dan dada.
  3. Baringkan dan angkat kaki lebih tinggi (posisi pemulihan).
  4. Jika tidak sadar, segera hubungi bantuan medis atau ambulans. Jangan tinggalkan sendirian.

Cedera lain yang sering terjadi

Hidung berdarah: duduk tegak dan sedikit condong ke depan, tekan bagian lunak hidung selama 10 menit tanpa dilepas. Jangan menengadah.

Memar: kompres dingin.

Luka bakar ringan: siram dengan air bersih mengalir selama beberapa menit. Jangan dioles mentega, pasta gigi, atau minyak.

Cedera kepala: siapa pun yang mengalami benturan kepala disertai muntah, kebingungan, sakit kepala yang memberat, atau sempat hilang kesadaran harus dibawa ke fasilitas kesehatan, walaupun terlihat baik-baik saja setelahnya.

Hal yang perlu diingat

  1. Catat kontak darurat sebelum keluar rumah.
  2. Jangan panik. Segera menjauh dari lokasi jika situasi tidak kondusif.
  3. Jangan tinggalkan kawan sendirian. Bergerak berpasangan atau berkelompok.
  4. Kenali batasmu. Tidak ada yang perlu dibuktikan dengan bertahan sampai terluka.
  5. Untuk cedera berat, jangan tunda. Pertolongan pertama hanya menjaga kondisi sampai bantuan medis tiba.

Setelahnya

Yang sering terlupakan adalah dampak yang tidak terlihat. Setelah menyaksikan atau mengalami kekerasan, wajar jika muncul sulit tidur, mudah terkejut, mimpi buruk, mudah marah, atau keinginan menarik diri.

Kalau reaksi ini berlangsung lebih dari beberapa minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari, itu tanda untuk mencari bantuan profesional. Ini bukan kelemahan, ini respons normal tubuh terhadap situasi yang tidak normal.

Layanan gratis: Rumah Sehat Rakyat Virtual menyediakan telekonsultasi kesehatan dan konseling psikologis gratis lewat WhatsApp +62 851-7510-4544 atau s.id/rsr-wb.

Sikap LaporSehat

  1. Penggunaan gas air mata harus dievaluasi. Zat ini berbahaya bagi kelompok rentan dan penggunaannya di ruang tertutup atau terhadap kerumunan padat telah berulang kali menimbulkan korban.
  2. Jaminan akses tenaga medis dan relawan kesehatan ke lokasi aksi, tanpa hambatan dan tanpa resiko kekerasan. Tenaga kesehatan dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran.
  3. Akuntabilitas atas setiap korban. Setiap kematian dan cedera berat dalam aksi massa harus diselidiki secara independen dan hasilnya diumumkan.
  4. Penanganan aksi massa yang mengutamakan keselamatan, bukan pembubaran dengan kekerasan.
  5. Layanan dukungan psikologis pasca kejadian bagi korban, saksi, jurnalis, dan keluarga.

Saling rawat, saling kuat.

Sumber & catatan: Panduan pertolongan pertama umum; laporan Kontras tentang kekerasan terhadap warga sipil.

Comments

Leave a Comment

Your email will not be published.

Memuat komentar…

More from LaporSehat