Hilirisasi dan Tubuh Warga: Ketika Tambang Mencemari Air yang Diminum Anak-Anak
Angka stunting tertinggi Indonesia justru berada di wilayah tambang. Kromium-6 di Pulau Obi, merkuri dan arsenik di Teluk Weda, gas beracun di kawasan panas bumi. Pembangunan yang mengorbankan tubuh warga bukan pembangunan.
Angka stunting tertinggi Indonesia justru berada di wilayah tambang. Kromium-6 di Pulau Obi, merkuri dan arsenik di Teluk Weda, gas beracun di kawasan panas bumi. Pembangunan yang mengorbankan tubuh warga bukan pembangunan.
Program gizi nasional menargetkan penurunan angka stunting secara agresif. Menu yang dianjurkan masuk akal: telur, ikan, sayuran, nasi.
Tetapi apa gunanya menu itu jika air yang dipakai anak-anak untuk mencuci tangan mengandung logam berat, dan air yang mereka minum diambil dari sungai yang tercemar tailing?
Pertanyaan itu bukan hipotesis. Tiga provinsi dengan angka stunting tertinggi adalah wilayah yang juga menjadi pusat industri ekstraktif, Sulawesi Tenggara sekitar 30,2 persen, Sulawesi Tengah sekitar 29,7 persen, dan Maluku Utara sekitar 27,2 persen.
Kebetulan bisa terjadi sekali. Tiga kali, pada tiga wilayah dengan karakteristik industri yang sama, bukan lagi kebetulan.
Pulau Obi: kromium-6 yang lama disembunyikan
Berdasarkan temuan Nexus3 Foundation (2025), mata air di Pulau Obi tercemar Kromium-6 (zat karsinogenik yang dikaitkan dengan kanker dan gangguan perkembangan anak) dengan kadar mencapai sekitar 0,51 mg/L, sekitar sepuluh kali lipat ambang batas WHO.
Yang membuat temuan ini lebih berat: data tersebut dilaporkan sudah ada sejak 2021, tetapi baru terbuka ke publik belakangan. Investigasi The Gecko Project juga mendokumentasikan bagaimana perwakilan perusahaan menyatakan air tersebut aman di hadapan jurnalis, pada saat kadar Kromium-6 yang tercatat jauh melampaui batas aman.
Sementara itu, warga melaporkan anak-anak dengan diare berkepanjangan setelah mengonsumsi air setempat.
Teluk Weda: merkuri dan arsenik dalam tubuh warga
Di kawasan Teluk Weda, Halmahera Tengah, pemeriksaan menemukan 22 warga terpapar merkuri melebihi ambang aman, dan 15 warga tercemar arsenik.
Merkuri merusak sistem saraf, pencernaan, dan kekebalan tubuh. Paparan arsenik jangka panjang dikaitkan dengan kanker, penyakit kulit, gangguan jantung, dan diabetes.
Logam berat juga ditemukan pada ikan yang dikonsumsi warga, jalur paparan yang paling sulit dihindari di wilayah pesisir, karena ikan adalah sumber protein utama sekaligus sumber penghidupan. Ironisnya, kadar merkuri dan arsenik pada sebagian warga dilaporkan lebih tinggi dibanding pada pekerja kawasan industri.
Raja Ampat: aturan sudah ada, penegakannya belum
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sebenarnya sudah memahami hubungan antara air bersih dan stunting. Peraturan Bupati Raja Ampat No. 12 Tahun 2021 secara eksplisit mengatur akses air bersih dan sanitasi, pencegahan dan pengobatan diare anak, serta peningkatan kualitas lingkungan sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.
Namun luas konsesi tambang di wilayah tersebut mencapai puluhan ribu hektare, dan warga melaporkan air yang semakin keruh sejak aktivitas tambang berjalan.
Ketika pemerintah daerah menetapkan air bersih sebagai kunci pencegahan stunting sementara izin di sektor lain terus diperluas, kebijakan negara sedang bekerja melawan dirinya sendiri.
Torobulu: sekolah 50 meter dari tambang
Di Torobulu, Konawe Selatan, jarak area tambang nikel ke ruang kelas dilaporkan hanya sekitar 50 meter. Nexus3 Foundation melaporkan seorang anak menderita ISPA berat akibat paparan debu halus, dengan pengobatan yang berlangsung enam bulan dan biaya mencapai puluhan juta rupiah.
Stunting dan ISPA di wilayah tambang bukan sekadar gejala medis. Keduanya adalah sinyal bahwa biaya kesehatan dari industri ekstraktif sedang ditanggung oleh rumah tangga, bukan oleh perusahaan.
"Energi bersih" yang belum tentu bersih bagi warga sekitar
Persoalan serupa muncul pada proyek yang dilabeli ramah lingkungan.
Di Dataran Tinggi Dieng, warga di sekitar pembangkit listrik tenaga panas bumi melaporkan air minum menjadi asin dan tanaman kentang rusak, yang dikaitkan dengan uap yang terbawa angin.
Di kawasan Sorik Marapi, insiden kebocoran gas hidrogen sulfida (H₂S) berulang. Pada Februari 2024 dilaporkan 123 warga mengalami keracunan gas. Pada Januari 2015, lima orang meninggal dunia. Hampir sepuluh tahun berlalu dan insiden masih terjadi.
Transisi energi adalah kebutuhan. Tetapi transisi yang mengorbankan kesehatan warga di sekitarnya bukanlah transisi yang adil dan tidak akan mendapat dukungan sosial yang dibutuhkannya untuk bertahan.
Argumen yang perlu dijawab
Ada pandangan bahwa keberatan warga soal tambang tidak proporsional karena industri ini membuka lapangan kerja, dan bahwa warga sebaiknya meningkatkan kualitas diri untuk menyesuaikan.
Pertanyaan baliknya sederhana: bagaimana warga menyesuaikan diri jika air, tanah, dan makanan sudah tercemar? Kesehatan tidak bisa ditukar dengan janji pekerjaan. Seorang anak dengan gangguan perkembangan akibat paparan logam berat tidak bisa "menyesuaikan diri" di kemudian hari.
Sikap LaporSehat
- Audit kesehatan lingkungan independen di seluruh wilayah operasi tambang dan panas bumi, dengan hasil yang dipublikasikan penuh dan tidak boleh ditahan atas alasan komersial.
- Data kualitas air dan udara sebagai informasi publik. Hasil pemantauan wajib diumumkan berkala dan dapat diakses warga terdampak dalam bahasa yang mereka pahami.
- Biomonitoring rutin bagi warga terdampak, dengan pembiayaan dari pemegang izin, bukan dari APBD atau kantong warga.
- Penegakan aturan yang sudah ada. Perbup stunting Raja Ampat dan aturan sejenis harus mengikat sektor lain, termasuk perizinan tambang.
- Jarak aman wajib antara area tambang dengan sekolah, permukiman, dan sumber air.
- Kaji ulang izin di wilayah dengan angka stunting tinggi. Target penurunan stunting nasional tidak akan tercapai jika perluasan izin terus berjalan di wilayah dengan angka tertinggi.
- Tanggung jawab pemulihan. Biaya pengobatan dan pemulihan lingkungan menjadi tanggung jawab pemegang izin, bukan beban rumah tangga.
Pembangunan tidak boleh membunuh masa depan anak-anak Indonesia. Laporan bisa direvisi; tubuh anak tidak bisa.
Yang bisa kamu lakukan
- Jika Anda tinggal di wilayah terdampak, dokumentasikan perubahan kualitas air, keluhan kesehatan, dan tanggal kejadiannya. Catatan warga yang konsisten adalah bukti yang kuat.
- Sampaikan laporan kepada dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup setempat, dan simpan bukti pelaporannya.
- Hubungkan diri dengan organisasi pendamping seperti jaringan lingkungan dan bantuan hukum di wilayah Anda.
- Butuh konsultasi kesehatan awal terkait keluhan pernapasan atau pencernaan? Rumah Sehat Rakyat Virtual menyediakan telekonsultasi gratis.
Sumber & catatan: Nexus3 Foundation (2025); The Gecko Project; WHO; Peraturan Bupati Raja Ampat No. 12 Tahun 2021; DW Indonesia; CNBC Indonesia.


